Apa Itu Web3? Pengenalan untuk Pemula
Pelajari dasar-dasar Web3, blockchain, dan mengapa ini penting untuk masa depan internet.
Apa Itu Web3?
Evolusi Internet: Web1 → Web2 → Web3
Web1 (1990s)
Internet hanya baca. Website statis, tidak ada interaksi.
Web2 (2000s-now)
Internet interaktif. Facebook, Google, Instagram. Tapi data milik perusahaan.
Web3 (2020s+)
Internet terdesentralisasi. Kamu punya wallet, kamu kontrol data & aset sendiri!
Perbandingan Web2 vs Web3:
❌ Web2 (Instagram/Google)
- • Data kamu milik perusahaan
- • Bisa dihapus/diubah sepihak
- • Perlu email/password
- • Perantara (middleman)
✅ Web3 (Blockchain)
- • Data & aset milikmu (wallet)
- • Tidak bisa diubah tanpa izinmu
- • Cukup wallet (no email)
- • Peer-to-peer (langsung)
Web3 adalah generasi baru internet berbasis blockchain. Kamu mengontrol data dan asetmu sendiri.
Konsep Blockchain
Blockchain = Buku Catatan Digital Terdistribusi
Buku Catatan (Ledger)
Setiap transaksi dicatat di "buku" digital. Contoh: "Alice kirim 1 ETH ke Bob"
Terdistribusi ke Ribuan Komputer
Buku ini dicopy ke ribuan komputer di seluruh dunia. Semua punya salinan yang sama!
Tidak Bisa Diubah Sepihak
Jika seseorang mau ubah data, harus ubah di semua komputer sekaligus. Hampir mustahil! Makanya aman.
💡 Analogi: Bayangkan blockchain seperti Google Docs yang di-share ke 10,000 orang. Semua bisa lihat, tapi tidak ada yang bisa edit tanpa persetujuan mayoritas!
Bayangkan blockchain sebagai buku catatan digital yang dicopy ke ribuan komputer. Sekali ditulis, tidak bisa dihapus atau diubah sepihak. Ini yang bikin crypto aman dan transparan.